
BANDAR SRIBHAWONO, LAMPUNG TIMUR, http://LantaiNewsTv.com –* Ini berita terpisah Kak! Khusus Bandar Sribhawono!
Korban masih umur 21 tahun! Masih muda! Perempuan! Warga Bandar Sribhawono!
Bukannya dilindungi, bukannya didampingi, malah disuruh gugurkan kandungan dari jauh! Disuruh jelasin sendirian! Malah dibilang bohong!
Korban sebut saja Bunga, 21 tahun, warga Bandar Sribhawono.
Diduga pelaku adalah pekerja di Jepang, sebut saja EG.
Hubungan mereka sudah bukan rahasia lagi. Sampai akhirnya korban hamil!
Apa yang dilakukan EG dari Jepang? Bukannya tanggung jawab! Bukannya pulang! Bukannya temui keluarga korban!
Malah diduga menyuruh korban untuk menggugurkan kandungannya!
Dari jauh! Lewat chat! Lewat telepon! Enak banget!
Suruh gugurkan itu gampang ngomongnya! Yang nanggung sakitnya siapa? Korban! Yang nanggung dosanya siapa? Korban! Yang nanggung risikonya siapa? Korban!
*KORBAN STRES! DISURUH JELASIN SENDIRIAN!*
Ini yang paling bikin geram!
Korban stres! Tekanan mental berat! Hamil di luar nikah saja sudah beban, ditambah disuruh gugurkan, ditambah harus jelasin sendirian!
Kemana EG? Di Jepang! Aman! Kerja! Gajian Yen!
Korban di sini sendirian! Harus hadapi keluarga! Harus hadapi tetangga! Harus hadapi omongan orang!
Laki-laki macam apa yang bikin hamil, terus suruh gugurkan, terus suruh perempuan yang jelasin sendirian?
Kalau berani berbuat, harus berani tanggung jawab! Bukan kabur ke Jepang terus suruh perempuan yang bereskan!
*KELUARGA EG MALAH DATANG KE TANTE KORBAN! BILANG KORBAN BOHONG!
Bukannya keluarga EG datang untuk minta maaf! Bukannya datang untuk musyawarah baik-baik! Bukannya datang untuk tanggung jawab!
Malah keluarga EG datang ke rumah tante korban! Bilang korban bohong!
Bohong apa? Bohong hamil? Bohong disuruh gugurkan? Bohong EG pelakunya?
Korban sudah stres, sudah tertekan, malah dibilang bohong! Ini namanya menambah luka!
Tante korban jadi saksi! Tante korban yang didatangi! Tante korban yang dengar langsung omongan keluarga EG itu!
Pertanyaan pedasnya:
Kalau korban bohong, kenapa keluarga EG repot-repot datang ke tante korban? Kalau tidak ada apa-apa, kenapa harus datang? Kalau tidak ada hubungan, kenapa harus klarifikasi?
*INI BUKAN SOAL PACARAN LAGI! INI SOAL HUKUM!*
Redaksi tegaskan! Menyuruh menggugurkan kandungan itu bukan perkara sepele!
*1. UU KUHP TENTANG ABORSI!*
Pasal 346, 347, 348, 349 KUHP Lama / Pasal 463, 464, 465 KUHP Baru: Aborsi itu dilarang! Siapa yang menyuruh, siapa yang membantu, siapa yang melakukan, semua bisa kena pidana!
Menyuruh orang menggugurkan kandungan bisa kena penjara maksimal 12 tahun jika sampai terjadi!
*2. UU PERLINDUNGAN PEREMPUAN & KEKERASAN PSIKIS!*
Korban mengalami tekanan psikis berat! Stres! Disuruh gugurkan! Disuruh jelasin sendirian! Dibilang bohong!
Itu bisa masuk kekerasan psikis! Ada UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU Perlindungan Perempuan!
*3. UU KESEHATAN!*
Aborsi ilegal sangat berbahaya! Bisa pendarahan! Bisa infeksi! Bisa rahim rusak! Bisa meninggal!
Kalau EG menyuruh gugurkan dari Jepang, apakah EG mau tanggung jawab kalau korban meninggal? Apakah EG mau bayar biaya rumah sakit kalau korban pendarahan?
EG! Kalau kamu baca berita ini!
Jangan sembunyi di balik gaji Yen! Jangan sembunyi di balik jarak jauh!
Pulangkan tanggung jawabmu! Hadapi keluarga korban! Jangan suruh perempuan 21 tahun yang jelasin sendirian!
Kamu laki-laki! Berani berbuat, berani tanggung jawab
Jangan datang ke tante korban untuk bilang korban bohong!
Kalau memang anak kalian tidak salah, ajak musyawarah baik-baik! Ajak tes DNA! Ajak cek ke dokter! Bukan malah menekan korban!
Korban itu perempuan! Korban itu sudah stres! Jangan ditambah tekanannya dengan dibilang bohong!
*PESAN UNTUK WARGA BANDAR SRIBHAWONO!*
Jangan menghakimi korban! Jangan bully korban! Korban itu butuh didampingi, bukan dihakimi!
Yang harus dihakimi adalah laki-laki yang menyuruh gugurkan dari jauh itu!
*UNTUK EG DAN KELUARGANYA, REDAKSI BUKA RUANG HAK JAWAB!*
Kalau memang tidak benar, silakan klarifikasi! Tunjukkan bukti chat! Tunjukkan bukti tidak ada hubungan!
Redaksi LantaiNewsTv membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No 40 Tahun 1999!
Redaksi juga melindungi identitas korban sesuai UU Pers dan UU Perlindungan Saksi Korban! Nama korban kami samarkan!
*Penulis: Tim LantaiNewsTv*