Lampung Tengah,lantainewstv.com – Suasana duka menyelimuti SD Negeri Taman Sari di Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah. Sebuah tragedi tak terduga terjadi hari Kamis kemarin (24/9/2026), di mana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya membawa manfaat justru berakhir dengan malapetaka.
Sebanyak 26 siswa-siswi dilaporkan mengalami gejala keracunan parah setelah mengonsumsi makanan yang disediakan.
Kronologi Mengejutkan: Daging Busuk Menyelinap Masuk
Menurut sumber yang kami himpun, kejadian tragis ini bermula saat para siswa menikmati makanan MBG. Namun, tak berselang lama setelah makan, puluhan siswa mulai mengeluhkan pusing, mual, dan muntah-muntah. Panik menyelimuti sekolah, dan anak-anak yang sakit segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Informasi yang mengejutkan terungkap setelah pengawas MBG, Rayyan Pubian Paksu, melakukan penyelidikan.
Ditemukan dugaan kuat bahwa ada bahan makanan yang tidak layak konsumsi, khususnya daging yang sudah membusuk, menyelinap ke dalam proses penyediaan makanan. Meskipun daging tersebut kabarnya sempat dipisahkan, secara misterius daging busuk itu kembali tercampur dan disajikan kepada para siswa.
SPPG Kampung Tulung Panji Harus Bertanggung Jawab!
Pihak SPPG (Satuan Penyedia Pangan Gizi) di Kampung Tulung Panji, sebagai penanggung jawab program MBG, kini menjadi sorotan utama. Masyarakat geram dan menuntut agar pengelola SPPG segera dievaluasi dan diperiksa secara menyeluruh. Kelalaian fatal dalam pengolahan dan pengawasan makanan telah menyebabkan anak-anak menjadi korban.
“Kejadian ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada tindakan tegas dan pertanggungjawaban dari pihak SPPG,” ujar salah satu perwakilan masyarakat dengan nada emosional. “Anak-anak adalah masa depan bangsa, keselamatan mereka tidak boleh diabaikan.”
Himbauan bagi Masyarakat dan Harapan agar Kasus Ini Diusut Tuntas
Masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada. Kasus ini sedang dalam penanganan pihak berwajib, dan penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti keracunan massal ini. Diharapkan agar pihak sekolah, SPPG, tenaga kesehatan, dan instansi terkait bekerja sama dengan baik untuk menyelesaikan masalah ini dengan transparan dan adil.
Mari kita berdoa agar para siswa yang menjadi korban keracunan segera pulih dan tragedi seperti ini tidak terulang kembali di masa depan.(Red)