
Lampung Timur, Lantainewstv.com—Lagi-lagi gajah liar, kini warga desa Braja Asri yang merasakan pil pahit, akibat gajah liar yang masuk ke pemukiman warga, sekitar 50 hektar tanaman petani warga desa Braja Asri kecamatan Way Jepara kabupaten Lampung Timur, hancur dan tak bisa panen, Jumat (11/04/2025).
Konflik gajah liar dengan petani hingga saat ini masih terus menjadi momok bagi warga petani desa penyangga TNWK, pasalnya penanggulangan konflik hingga saat ini masih belum dapat dirasakan oleh para petani.
Walaupun bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah sudah dilakukan, Petani desa penyangga saat ini benar-benar sudah kewalahan untuk menghalau gajah liar yang terus keluar dari hutan TNWK.
Untuk itu, warga desa yang terdampak sangat berharap kepada pemerintah daerah kabupaten untuk dapat menanggulangi konflik gajah liar dengan petani dengan serius, kalau tidak kejadian tanaman rusak tak akan ada hentinya.
Ungkapan hati itu disampaikan oleh salah satu warga desa Braka Asri, “saya mewakili petani warga desa Braja Asri, bahwa ladang kami sekarang hancur, dirusak oleh kawanan gajah kurang lebih 48 ekor. Untuk lahan yang rusak sementara ini kurang lebih 50 hektar,” Ungkap Suhar pemilik lahan yang dirusak gajah.
Ia juga menambahkan, “kami petani khususnya warga desa Beaja Asri, memohon kepada bupati, dewan, dan instansi-instansi terkait untuk dapat segera membantu kami, menyelesaikan permasalahan ini. Agar petani dapet menikmati hasil panen yang selama ini dirusak terus oleh gajah liar,” Tutupnya
(Hali Adhari)