
RANTAU JAYA ILIR, lantainewsTV.com — Warga Kampung Rantau Jaya Ilir, Kecamatan Putra Rumbia, Lampung Tengah kembali ngamuk! Belum selesai skandal *Buku Kas Asli Rp26,2 Juta BUMKam yang diserahkan ke Edi Ismanto & I Made Rosala, plus Mobil L300 Rp113 Juta dan 60 Tabung Gas yang raib dan hanya serah 3 sertifikat di era Ketut Sentri*, kini muncul skandal baru!
*Jalan lingkungan sepanjang 250 meter peninggalan mantan Kakam Wayan Durya, diduga dibongkar oleh mantan Kakam Ketut Sentri!*
Informasi yang dihimpun LantainewsTV, jalan 250 meter tersebut merupakan hasil pembangunan di era Wayan Durya yang masih kokoh dan sangat dibutuhkan warga untuk akses pertanian dan pemukiman. Namun di era Ketut Sentri, jalan tersebut malah dibongkar tanpa alasan jelas!
Warga pun bertanya-tanya: Dibongkar untuk apa? Anggarannya kemana? Apakah dibongkar untuk proyek baru agar bisa anggarkan lagi? Ini modus lama!
“Jalan 250 meter peninggalan Pak Wayan Durya itu masih bagus, kok dibongkar Pak Ketut Sentri? Untuk apa? Kalau mau bangun baru, kenapa yang lama dibongkar? Ini pemborosan uang negara! Sama seperti BUMKam, L300 Rp113 juta raib, 60 tabung gas hilang, uang Rp26 juta diserahkan ke orang Sekcam! Pola nya sama! Kami akan lapor ke Inspektorat dan APH!” Teriak warga Rantau Jaya Ilir dengan nada geram.

Skandal jalan 250M ini menambah daftar panjang dugaan bobroknya pengelolaan di era Ketut Sentri:
1. *BUMKam Rp26,2 Juta diserahkan (Bukti buku kas asli ada tanda tangan Edi Ismanto & I Made Rosala)*
2. *Mobil L300 Rp113 Juta Raib*
3. *60 Tabung Gas Raib*
4. *Hanya serah 3 sertifikat*
5. *Kini Jalan 250M peninggalan Wayan Durya Dibongkar!*
Warga Rantau Jaya Ilir kini mengancam akan menggelar aksi dan melaporkan secara resmi ke Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah, Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, dan meminta Camat Putra Rumbia serta Sekcam Dedi Eka Mahendra untuk tidak tutup mata!
“Jangan sampai Rantau Jaya Ilir jadi kampung bancakan! Jalan warisan Wayan Durya dibongkar, BUMKam dijual-jualin, uang diserahin ke orang suruhan Sekcam! Kami minta audit total!” Tegas warga.
*Tim LantainewsTV masih melakukan investigasi lanjutan. Jika terbukti jalan 250M itu dibongkar untuk kepentingan proyek fiktif, maka ini bisa masuk unsur perusakan aset desa dan korupsi!*