
Lampung Tengah, lantainewstv.com—Sungguh ironis! Proyek Irigasi Air Tanah Dalam (IAT) sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 di Kampung Sri Mulya Jaya, Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, hanya menjadi monumen bisu di tengah ladang.
Pantauan Tim *Lantainewstv.com* pada 7 Desember 2025 di Jl. Raya Mataram Ilir, Gaya Baru I, bangunan tandon dan rumah pompa cat putih-biru serta panel surya memang berdiri megah di tengah areal ladang daratan. Namun faktanya, TAK ADA SETETES AIR PUN yang mengalir ke lahan petani!
Prasasti proyek masih terpampang jelas:
_Pembangunan Irigasi Air Tanah Dalam Kabupaten Lampung Tengah T.A 2024, Metode Swakelola Padat Karya, Gapoktan Suka Mulyo._
Megah di prasasti, ZONK di lapangan!
Saat dikonfirmasi, pengurus Gapoktan Suka Mulyo justru menghilang. Rumah kosong, tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban.

Petani pun menjerit. Di puncak musim kemarau saat ladang daratan kering kerontang dan sangat butuh air, sumur bor bantuan pemerintah itu justru mangkrak tak berguna.
“Untuk apa dibangun kalau tidak bisa dipakai? Petani sangat butuh air sekarang, tapi sumurnya mati. Cuma pajangan!” tegas petani dengan nada kecewa.
Publik kini bertanya-tanya, kemana larinya anggaran DAK 2024 tersebut? Mengapa pengawasan Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah begitu lemah?
Masyarakat mendesak Bupati Lampung Tengah, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum segera turun dan audit total proyek yang diduga kuat asal jadi dan menghamburkan uang negara ini!
(Tim)