
Lampung Selatan, lantainewstv.com—KB Haura Ayna Desa Karanganyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan mengadakan kegiatan Manasik Haji di Islamic center Rajabasa, Bandar Lampung pada Sabtu 22 November 2025. Kegiatan Ini di ikuti kurang lebih 30 Siswa/siswi bersama Wali murid, dan di bimbing langsung Oleh pengelola dan para Bunda Kb Haura Ayna.
Kepada awak media pengelola kb Haura Ayna, Bunda Herawati., S.pd., menyampaikan Manasik haji anak Paud adalah peragaan kegiatan ibadah haji yang disederhanakan untuk anak-anak usia dini, dimulai dengan niat dan memakai ihram.
Anak-anak kemudian diperkenalkan dengan urutan ibadah haji secara simbolis, seperti tawaf mengelilingi miniatur Ka’bah, sa’i antara miniatur bukit Safa dan Marwah, melempar jumrah dengan kerikil simbolis, wukuf di Arafah, dan tahalul (pemotongan rambut simbolis).

Adapun Tahapan pelaksanaan manasik haji anak adalah sebagai berikut :
- Ihram: Anak laki-laki mengenakan dua lembar kain ihram putih dan anak perempuan memakai gamis dan kerudung putih. Mereka juga diajarkan untuk mengucapkan niat haji secara sederhana dan membaca talbiyah.
- Wukuf di Arafah: Anak-anak diarahkan untuk membaca dzikir, tahmid, dan doa sebagai simbol kegiatan wukuf.
Melempar Jumrah: Anak-anak melempar kerikil (atau gulungan kertas/jagung untuk keamanan) ke replika jumrah. - Tawaf: Anak-anak berjalan mengelilingi miniatur Ka’bah beberapa kali sambil mengangkat tangan di hadapan Hajar Aswad dan membaca doa.
- Sa’i: Anak-anak berjalan dari miniatur bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali putaran, sambil berdzikir dan berdoa.
- Tahalul: Anak-anak memotong sedikit rambutnya secara simbolis, lalu mereka meminum air zam-zam dan makan kurma sambil membaca basmalah.
Tujuan Kegiatan Manasik Haji Anak usia Paud sendiri adalah: Salah satu kegiatan edukatif yang bertujuan untuk mengenalkan rukun Islam kelima kepada anak sejak usia dini. Dengan metode yang menyenangkan dan interaktif, manasik haji membantu anak memahami makna ibadah haji secara sederhana.

Bukan hanya itu, kegiatan ini juga memiliki tujuan yang lebih dalam, terutama dalam membentuk karakter anak. Berikut ini beberapa tujuan manasik haji untuk anak TK.
1. Pendidikan agama sejak dini
Manasik haji membantu anak-anak memahami konsep rukun Islam kelima, yaitu menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Mekkah, Melansir dari Muslim Matters, dengan mengikuti kegiatan ini, mereka dapat belajar mengenai berbagai ritual haji seperti thawaf, sa’i, dan wukuf di Arafah.
Pengalaman ini membantu menanamkan nilai-nilai spiritual serta pentingnya menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama.
2. Melatih kedisiplinan dan kemandirian
Dalam kegiatan manasik, anak-anak diajarkan untuk mengikuti aturan dan menjalankan setiap tahapan ibadah dengan tertib, Mereka akan belajar untuk mengikuti instruksi dari pembimbing, yang secara tidak langsung melatih kedisiplinan mereka.
Selain itu, kegiatan ini dapat menumbuhkan kemandirian anak dalam beribadah, karena mereka harus mengikuti setiap rangkaian ritual dengan teratur dan penuh kesadaran.

3. Meningkatkan kebersamaan dan sosialisasi
Secara umum, manasik haji anak TK dilakukan secara berkelompok, Dengan demikian, anak-anak akan terbiasa untuk bekerja sama, saling membantu, dan berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini dapat meningkatkan keterampilan sosial anak dan memperkuat rasa kebersamaan.
4. Merangsang kognitif dan psikomotorik
Manasik haji tidak hanya melibatkan aspek spiritual, tetapi juga kognitif dan fisik, Pasalnya anak-anak belajar menghafal doa-doa, melakukan gerakan-gerakan tertentu seperti thawaf dan sa’i, serta berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan daya ingat anak, koordinasi motorik, dan keterampilan berpikir mereka.
5. Menanamkan nilai kesabaran dan ketekunan
Prosesi haji memerlukan ketekunan dan kesabaran.

Beliau berterimakasih atas dukungan semua pihak yang telah membantu sehingga acara Manasik Haji bisa berjalan dengan lancar.
(Edo)