Dugaan Fitnah Oleh Oknum Guru, Siswi SMK Islam Tunas Bangsa di Lampung Timur Alami Trauma.

Lampung Timur, lantainewstv.com—Seorang siswi SMK Islam Tunas Bangsa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, berinisial IN mengaku mengalami tekanan mental dan trauma setelah diduga menjadi korban ucapan tidak pantas dari seorang oknum guru berinisial UL, yang juga merupakan wali kelasnya.

Kepada wartawan, IN menyatakan bahwa ia merasa difitnah oleh UL dengan tudingan tidak berdasar. Dalam keterangannya, UL menyebut dirinya “pernah open BO”, “sering dijemput om-om”, dan “terlibat dalam pergaulan bebas”. Pernyataan tersebut disampaikan di lingkungan sekolah, yang menurut IN membuatnya malu dan merasa dikucilkan oleh rekan-rekan sekelas.

“Saya jadi takut ke sekolah, malu sama teman-teman. Apalagi yang bicara itu guru saya sendiri, wali kelas saya. Rasanya saya sudah nggak kuat, setiap hari kepikiran terus,” ungkap IN, Rabu (18/6/2025).

IN juga mengungkap bahwa saat diminta menghadirkan wali murid, ia membawa pamannya karena kedua orang tuanya sedang bekerja di luar kota. Namun, UL kembali melontarkan pernyataan yang dinilai tidak layak.

“UL bilang ke paman saya, jangan dibelikan motor karena saya sering keluar malam dan nanti bisa kena pergaulan bebas,” tambah IN.

Menanggapi hal tersebut,Wakil Kepala Sekolah SMK Islam Tunas Bangsa, Rohadi, ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp, enggan memberikan keterangan panjang. Ia menyarankan agar awak media menghubungi langsung pihak yang bersangkutan.

“Hubungi UL aja, Mas. Saya tidak mau ribet, dan sekolah juga sedang libur. Silakan cari UL di rumahnya saja, di Braja Selebah,” ujar Rohadi singkat.

Saat dihubungi secara terpisah, Sukram Kesiswaan membenarkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan UL dan akan berusaha melakukan mediasi.

“Saya tidak bisa bertemu hari ini karena baru pulang dari Lampung Tengah. Tapi saya sudah menghubungi UL dan insyaallah besok saya akan lakukan mediasi agar tidak berlarut-larut,” kata Sukram melalui pesan WhatsApp.

Melihat kondisi ini, berbagai pihak diharapkan dapat turut campur tangan, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Timur, agar persoalan ini tidak berdampak lebih jauh terhadap kondisi psikologis siswa.

Kejadian ini menjadi catatan penting bagi dunia pendidikan, tentang pentingnya etika dan komunikasi dalam membina peserta didik. Ucapan atau tuduhan tanpa dasar dari seorang pendidik dapat meninggalkan luka mendalam bagi siswa yang seharusnya mendapatkan bimbingan dan perlindungan.

Sampai berita ini terbit, oknum guru UL belum dapat di temui guna konfirmasi.

(Toni)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *