DIDUGA BERMASALAH, DANA OPLAH KAMPUNG SURABAYA BARU 2024-2025 DISOROT – KETUA GAPOKTAN MENGAKU HANYA DIMINTA TANDA TANGAN

BANDAR SURABAYA, Lantainewstv.com–Program Optimalisasi Lahan (Oplah) Tahun 2024-2025 di Kampung Surabaya Baru, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah, diduga bermasalah.

Ketua Gapoktan Mekar Sari, Lukito Heriprabowo, mengaku tidak dilibatkan dalam pengelolaan program tersebut.

“Program Optimalisasi Lahan 2024-2025, saya sebagai Ketua Gapoktan tidak dilibatkan hanya diminta tanda tangan dan diberi uang Rp 1.000.000 oleh Pak Sujono sebagai Ketua OPKK,” ujar Pak Lukito Heriprabowo kepada Tim Lantainewstv.com.

Sementara itu, para penerima bantuan Oplah juga mengeluhkan bantuan yang diterima tidak maksimal.

Nyadi sebagai penerima bantuan Oplah di tahun 2024-2025 hanya menerima Rp 400.000 / hektar oleh Pak Bayan alias Sujono Ketua OPKK dan bibit padi 4 kaplek, dolomit 6 karung / hektar hanya 2 kali saja.

Penerima bantuan Oplah Pak Bn inisial di tahun 2024-2025 hanya dapat 1 kali saja Rp 400.000 / hektar oleh Pak Bayan Sujono alias Ketua OPKK, menerima dolomit tidak diambil hanya bibit padi 4 kaplek.

Penerima bantuan Oplah Pak SA inisial dapat 2 kali. Di tahun 2024 / hektar Rp 900.000 oleh Pak Bayan alias Sujono Ketua OPKK dan di tahun 2025 dapat Rp 800.000, bibit padi 4 kaplek dan dolomit.

Ujar SS inisial Ketua Kelompok Tani di Kampung Surabaya Baru mengaku tidak dilibatkan.

Tim dari Media Lantainewstv.com berkunjung ke rumah Pak Bayan Sujono sebagai Ketua OPKK untuk konfirmasi, namun tidak berada di rumah. Menurut istrinya, ia pergi ke Simpang Sribawono Lampung Timur

(Tim)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *