
Bandar Surabaya, Lantainewstv.com— Skandal pengelolaan Dana Ketahanan Pangan di Kampung Gaya Baru V, Kecamatan Bandar Surabaya, Lampung Tengah akhirnya terkuak! Anggaran Penyertaan Modal TA 2025 senilai *Rp 138.200.000* diduga kuat dikuasai penuh oleh Kepala Kampung.
Fakta ini diungkap langsung oleh pengurus BUMKam Karya Makmur Mandiri.
Ketua: Lukman Nur Wahid
Sekretaris: Ahmad Efendi Saputra
Bendahara: Sudarmi
Menurut Sekretaris BUMKam, Ahmad Efendi Saputra yang baru 2 tahun di-SK, dari total anggaran Rp 138,2 Juta, yang diserahkan Kepala Kampung kepada pengurus hanya berupa *sapi 3 sampai 5 ekor senilai Rp 50.000.000.
Lalu sisa anggaran *Rp 88.200.000 kemana? RAIB!
Lebih parah lagi, untuk TA 2026 anggaran ketahanan pangan naik menjadi *Rp 221.000.000* yang terbagi untuk penggemukan sapi dan sewa lahan pertanian. Pengakuan pengurus, mereka menyewa lahan 2,5 hektar dengan biaya sewa Rp 20.000.000 per setengah hektar di 4 titik:
1. Sungkono
2. Suharni
3. Mba Yuli
4. Sugiman
Dengan sistem gadai Rp100.000.000
Kejanggalan Biaya Pakan Fiktif?
Sekretaris BUMKam mengklaim biaya pakan sapi global Rp7.000.000 selama 9 bulan.
Namun FAKTA di lapangan berkata lain! Semua pemelihara sapi kompak mengaku mencari pakan sendiri, tanpa sepeserpun bantuan dari pengurus maupun Kepala Kampung!
Pengakuan Sunaryo, Dusun 05, pemelihara sapi selama 1 tahun: “Untuk makan ternak kami nyari sendiri, tidak ada dari pengurus BUMKam atau pak lurah.”
Pengakuan Pak Abas, Gaya Baru V, memelihara 1 tahun, sapi diserahkan Kakam 4 ekor, 1 mati tinggal 3 ekor: “Untuk pakan sapi kami nyari sendiri, tidak ada uang dari pengurus atau pak lurah.”
Sapi Mati dan Dijual Murah, Uang Disetor ke Kakam!
Pak Wahab, pemelihara sapi baru 1 bulan, menerima 5 ekor, 2 mati tinggal 3 ekor. 3 ekor tersebut dikembalikan dan dijual ke belantik:
1. Rp 6.000.000
2. Rp 7.900.000
3. Rp 8.200.000
Total Rp 22.100.000 diserahkan langsung kepada Kepala Kampung!
Mirinya lagi, 1 ekor disembelih dihutang senilai Rp 2 Juta, dan 1 ekor lagi disembelih diambil pak Lurah untuk acara yasinan dengan nilai yang belum jelas!
Ini BUMKam atau perusahaan pribadi Kepala Kampung?
Jelas-jelas BUMKam Karya Makmur Mandiri hanya dijadikan kedok. Sapi dikelola warga tanpa biaya, mati dibiarkan, dijual uangnya masuk ke Kakam, pakan dicari sendiri tapi di LPJ ada anggaran Rp 7 Juta!
Tim LantainewsTV mendesak Aparat Penegak Hukum, Inspektorat dan Kejaksaan Lampung Tengah segera periksa Kepala Kampung Gaya Baru V. Audit total Dana Ketahanan Pangan Rp 138,2 Juta TA 2025 dan Rp 221 Juta TA 2026. Usut tuntas dugaan penyalahgunaan wewenang dan kemana larinya sisa Rp 88,2 Juta!
(Tim)