Wali Murid Keluhkan Sulitnya Mengurus Surat Pindah Anak di MI El Qodar Raja Basa Lama.

Lampung Timur, lantainewstv.com—Seorang wali murid, Sahroni, warga Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, mengeluhkan kesulitan yang dialaminya saat mengurus surat pindah sekolah untuk anaknya dari MI El Qodar di Desa Raja Basa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu.

Kepada wartawan, Sahroni menceritakan bahwa dirinya sudah tiga kali mendatangi pihak sekolah untuk meminta surat pindah bagi anaknya yang akan melanjutkan pendidikan di salah satu sekolah di Kecamatan Way Jepara.

“Iya mas, saya sudah tiga kali ke sekolah itu untuk meminta surat pindah anak saya. Tapi terkesan dipersulit, karena saya diminta untuk konfirmasi dulu ke bekas mertua saya. Padahal saya ini bapak kandungnya dan sekarang anak saya tinggal bersama saya,” ungkap Sahroni dengan nada kecewa.

Sahroni juga menyayangkan sikap pihak sekolah MI El Qodar yang menurutnya terlalu jauh mencampuri urusan pribadi keluarganya. Ia menilai, seharusnya pihak sekolah bersikap netral dan tidak memihak.

“Saya kasihan dengan anak saya. Sampai sekarang belum bisa saya daftarkan ke sekolah baru karena belum juga mendapatkan surat pindah. Seharusnya pihak sekolah tidak ikut campur dalam urusan keluarga kami, ini sudah menyangkut hak pendidikan anak,” lanjut Sahroni.

Menindaklanjuti keluhan ini, awak media berupaya menemui Kepala MI El Qodar, di kediamannya untuk meminta klarifikasi. Namun saat diwawancarai, Kepala MI menolak untuk direkam video maupun audio.

“Maaf saya jangan di-video ya. Untuk masalah anak Pak Sahroni, kami akan upayakan secepatnya membuat surat pindahnya. Kami juga akan melakukan konfirmasi dulu ke orang tua perempuannya karena memang saat awal yang mendaftarkan anak tersebut adalah ibu kandungnya,” jelas Kepala MI El Qodar.

Sahroni berharap pihak sekolah MI El Qodar segera membantu proses administrasi surat pindah tersebut. Mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai, ia meminta agar pihak sekolah tidak mempersulit proses dan tetap bersikap netral dalam urusan keluarga.

“Saya hanya ingin anak saya bisa segera melanjutkan sekolah tanpa hambatan. Saya mohon pihak sekolah bisa membantu, bukan malah mempersulit,” tutup Sahroni.

(Toni)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *