
Lampung Tengah, lantainewstv.com—Pemerhati Kebijakan Publik, Ridwan Ahmad, memberikan kritik pedas terkait hal ini. Menurutnya, pernyataan seorang pejabat publik memiliki bobot otoritas negara. Jika disampaikan tanpa dasar yang jelas, hal itu berpotensi menciptakan krisis kepercayaan dan menyeret institusi penegak hukum ke dalam spekulasi negatif.
“Pernyataan Dirut Gsgroup Ridwan, menyebutkan terkait dengan pelaksanaan anggaran Diskominfo-tik yang sudah tayang di simasbro 33 Pengadaan barang yang menghabiskan anggaran Rp.1.369.643.697,33. Patut dipertanyakan karena banyak diduga penerima anggaran orang dalam Diskominfo-tik‘ Lanjutnya saat mempertanyakan anggaran dengan pengguna anggaran kepala dinas Dina Tyagita Vidya’ Kominfotik bersamaan tak terlalu lama ada Nomer Telpon WhatsApp mengakui nama suami Dina Tyagita Vidya kadis Kominfo TIK Lampung Tengah.
Lanjut Ridwan diduga suaminya Dina Tyagita Vidya Kadis Kominfo TIK “APH’ adalah bom waktu. Kominfotik Tanpa data dan konteks, ucapan seperti ini merusak kredibilitas sistem, bukan hanya reputasi personal,” tegas Ridwan, Kamis (23/4/2026).
Ridwan menambahkan bahwa ada dua dampak fatal dari narasi ini:
Opini Publik yang Tergiring: Masyarakat akan berasumsi ada persoalan hukum besar yang sengaja ditutup-tutupi.
Marwah Institusi Hukum: Nama baik penegak hukum ikut terseret ke dalam ruang tafsir liar tanpa adanya klarifikasi resmi.
Isu ini bukanlah kabar burung semata. Kegaduhan ini di internal Kominfotik Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah sebenarnya sudah mulai tercium sejak kepemimpinan Dina Tyagita Vidya Kepala dinas Kominfotik 2025. Pemicunya adalah pembahasan pelaksanaan perencanaan pengadaan belanja media dan layanan internet tahun anggaran 2026 dengan pagu anggaran yang fantastis, yakni mencapai Rp 3 miliar.
Informasi yang dihimpun tim menyebutkan bahwa diduga pengadaan barang dan jasa di simasbro 33 Diskominfotik, katanya Ridwan, Diduga suaminya Kadis Kominfo TIK
Diduga “ keterlibatan suaminya” karena suaminya kepala dinas Kominfotik oknum APH.
“Katanya pengadaan belanja Media Surat Kabar Kominfo tahun ini perencanaannya 3 Milyar lebih yang sudah habis 1,3 Milyar Disebut-sebut banyak diambil orang dalam” ungkap seorang sumber di lingkungan Pemkab Lampung Tengah pada Kamis (23/4/2026).
Senada dengan itu, salah satu pengurus lembaga Laskar Lampung Indonesia Lampung Tengah, juga mengaku mendengar langsung klaim serupa dari sang Kadis. dan hasil percakapan WA “diduga Semua Pengadaan Kominfo Lampung Tengah 2026 diambil Orang dalamnya sendiri karena diduga suaminya Dina Tyagita Vidya Kadis Kominfo TIK Oknum APH,” ujarnya menirukan ucapan tersebut.
Dugaan keterlibatan oknum APH mengatur pelaksanaan anggaran di didinas Kominfotik Kabupaten Lampung Tengah, sesungguhnya bukan hal baru dan sudah menjadi rahasia umum. Hanya saja tersebut jarang ada yang berani mengungkapkannya ke publik (keterlibatan oknum APH) seperti yang disampaikan tokoh masyarakat setempat takut menjadi viral.
(Tim)