
LAMPUNG TENGAH, lantainewstv.com—Dugaan penyelewengan Proyek Revitalisasi SDN 3 Sanggar Buana, Seputih Banyak, Lampung Tengah senilai Rp 1,2 Miliar semakin telanjang. Fakta terbaru di lapangan sangat mencengangkan dan diduga melanggar total juknis revitalisasi.
RAB DIKANTONGI KEPSEK, TUKANG KERJA BUTA
Wakil Kepala Tukang Pak Sunarno membeberkan fakta kunci. Menurutnya, “RAB proyek tidak pernah diperlihatkan kepada pekerja. RAB dipegang sepenuhnya oleh Kepala Sekolah, tukang hanya dikasih gambar saja”
Ini adalah pelanggaran fatal! Bagaimana tukang mau kerja sesuai spesifikasi teknis RAB kalau RAB nya disembunyikan? Wajar jika akhirnya material asal-asalan seperti *bata bolong 5 lubang* yang pecah-pecah nekat dipakai, karena tidak ada yang mengawasi mutu sesuai RAB.
MATERIAL DIMONOPOLI KEPSEK, RANGKA DARI DINA
Sebelumnya Pak Sunarno juga mengaku, rangka baja dibelanjakan oleh Dinas, pekerjanya dari Lampung Timur, dan dirinya adalah orang suruhan Kepala Sekolah. Lebih parah lagi, *semua material dari kusen UPVC, pintu, besi 10 & 6, bata, keramik, pasir, semen, batu split yang menyuplay adalah Kepala Sekolah”.
Revitalisasi yang harusnya swakelola, transparan, dan melibatkan partisipasi warga, ini justru terkesan proyek milik pribadi Kepala Sekolah. Warga lokal Seputih Banyak tidak diberdayakan, malah impor tukang dari Lampung Timur.
LOKASI & BARANG BUKTI JELAS
Lokasi di SDN 3 Sanggar Buana, Jl. Taman Bali No.07, NPSN 10801645. Barang bukti tumpukan bata bolong, tumpukan pasir, pondasi baru, dan video lapangan sudah dikantongi tim.
Upah Tukang:
Kepala Tukang 150rb, Wakil 150rb, Tukang Bata 130rb, Kernit 120rb/hari.
Kami mendesak Bupati Lampung Tengah, Dinas Pendidikan, dan Kejari Lampung Tengah segera sidak dan audit total proyek Rp 1,2 M ini. Periksa RAB yang disembunyikan Kepsek tersebut!