Rekaman CCTV Detik-detik Mobil Dikendarai Dwiki Tabrak Ojol Hingga Meninggal Dunia.

Palembang, lantainewstv.com–Dwiki Arif Samriano 29 tahun, pengendara mobil Triton bernopol BG 8108 JZ yang menabrak dan menewaskan driver ojol Boni Irawa 34 tahun dan penumpangnya Titin 51 tahun, mengaku sempat menginjak rem, namun tidak bisa dielakkan lagi.

“Saya melaju dengan kecepatan 60, saya juga sempat injak rem, tapi tidak bisa dielakkan lagi,” katanya.

Karena panik melihat korban yang bersimbah darah, Dwiki langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian.

“Panik, saya langsung pulang, saya juga sempat bercerita dengan keluarga, untuk menyerahkan diri, Namun polisi sudah duluan mengetahui identitas saya dan plat nopol mobil saya gunakan, Saya ditangkap di rumah,” katanya.

Dia meminta maaf terhadap keluarga korban, Terkuak mobil Strada Triton bernopol BG 8108 JZ, yang dikemudikan Dwiki merupakan mobil dinas Pemkab Banyuasin.

“Benar mobil yang dibawa pelaku tabrak lari itu merupakan mobil Pemkab Banyuasin, lalu untuk status Dwiki juga merupakan honorer BPN, Banyuasin,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono didampingi Kasat Lantas, AKBP Emil Eka Putra, Rabu (21/2/2024).

Ditangkapnya Dwiki juga berawal saat petugas Satlantas Polrestabes, mendapatkan informasi dari tim Ditlantas Polda Sumsel, yang mengatakan adanya kendaraan yang dicurigai, yakni Mitsubishi Strada Triton berwarna silver abu-abu bernopol BG 8108 JZ, dengan ciri-cirinya terekam CCTV.

“Kasatlantas dan Kasatreskrim berkoordinasi dengan Polres Banyuasin, Kabag Umum Pemkab Banyuasin dan BPKAD Banyuasin untuk mencari tahu pelaku,” katanya.

Ditambahkanya, dari sana diketahui yang mengunakan mobil itu merupakan BPN Banyuasin, dan pelaku Dwiki yang menggunakan.

“Alhasil ketika identitas pelaku berhasil diendus, tak mau buang waktu pelaku langsung kami amankan saat berada di rumahnya,” ungkap Harryo.

Polrestabes menetapkan status tersangka terhadap Dwiki, warga jalan Way Hitam Kelurahan Siring Agung Kecamatan IB I, Palembang, Atas ulahnya pelaku terancam pasal 310 ayat 4 UU LLAJ No 22 tahun 2009, dengan ancaman hukuman 6 tahun atau denda Rp 12 juta.

(Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *