Pria Di Bandar Lampung Ditembak Polisi Usai Nekat Mencuri Motor Modus Ajak COD.

Bandar Lampung, lantainewstv.com–Modus hendak membeli handphone secara Cash On Delivery (COD), seorang pria di Bandar Lampung ditembak polisi usai mencuri sepeda motor.

Pria itu berinisial DW (32) warga Jalan Putri Balau, Kelurahan Kedamaian, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Kota Bandar Lampung.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan pelaku ditangkap di kediamannya pada Rabu (31/1) dini hari.

“Jadi pelaku ini diduga keras terlibat sejumlah pencurian di Bandar Lampung, salah satunya di Pangeran Antasari pada Senin 27 November 2023 lalu,” katanya.

Dennis menambahkan, pelaku melakukan pencurian bersama rekannya RN (24) yang sudah terlebih dahulu diamankan pada Desember 2023 lalu.

Adapun kronologi peristiwa pencurian itu terjadi berawal DW menghubungi korban melalui media sosial Facebook. Saat itu, pelaku DW melakukan penawaran terhadap handphone yang dijual korban.

Setelah keduanya sepakat, mereka pun membuat janji untuk bertemu di SPBU Jalan Pangeran Antasari, Kedamaian dengan maksud untuk melihat kondisi handphone yang akan dijual oleh korban.

“Karena pelaku DW sudah memiliki niat jahat untuk mengambil sepeda motor korban, kemudian pelaku DW mengajak rekannya RN untuk bertemu korban di lokasi yang telah di sepakati,” ucapnya.

Saat bertemu dan memeriksa handphone yang akan dijual, tiba-tiba korban ditelepon oleh seseorang, sehingga korban sedikit menjauh dari lokasi tempat kedua pelaku.

“Naasnya kunci sepeda motor korban masih menggantung, dan saat korban lengah kedua pelaku mengambil sepeda motor merk Yamaha Freego warna biru Nopol BE 6419 DY milik korban,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, korban melaporkan kepihak kepolisian guna ditindaklanjuti.

“Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pelaku berhasil diamankan. Namun, pada saat ditangkap pelaku melakukan perlawanan aktif sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku DW merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama.

“Kita masih dalami, sementara pengakuan pelaku, sudah 3 kali melakukan aksi serupa,” pungkasnya.

(Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *