Lansia Di Jawa Tengah Jadi Korban Hipnotis, Sertifikat Tanah, Emas & Uang Hilang Dicuri.

Jawa Tengah, lantainewstv.com–Pencurian dengan modus hipnotis menimpa seorang lansia, Korban yakni Wagiyanti, 67 tahun, warga di Dusun Krapyak, Desa Gentan Banaran, Kecamatan Plupuh, Uang puluhan juta dan sertifikat rumah raib dibawa kabur setelah diiming-imingi korban akan mendapatkan bantuan sosial.

Informasi yang dihimpun awak media kejadian pada Minggu (16/6/2024) sekira pukul 13.00 WIB, Saat itu pelaku bertamu ke rumah Wagiyanti, Pria tak dikenal itu kemudian menanyakan kepada Wagiyanti pernah mendapatkan bantuan sosial (bansos) atau tidak.

Lantas Wagiyanti menjawab pernah mendapat bantuan beras, Namun untuk uang tidak pernah, Lalu pelaku membujuk Wagiyanti untuk mengambil uang, perhiasan dan sertifikat miliknya lalu diminta ditaruh di belakang rumah, Alasannnya, agar ketika dicek dari petugas kecamatan dia layak mendapatkan bantuan.

Wagiyanti pun menuruti perintah pelaku. Setelah itu, pelaku meminta perempuan renta ini untuk membeli kopi dan rokok ke warung, Setelah pulang dari warung, pelaku sudah tidak ada dirumahnya, Selanjutnya Wagiyanti mengecek perhiasan, uang dan sertifikat miliknya sudah tidak ada di tempat yang semula pelaku meminta meletakkan barang-barang tersebut.

Akibat kejadian itu Wagiyanto mengalami kerugian uang tunai Rp 20 juta, perhiasan gelang dan kalung, lima sertifikat hak milik (SHM) tanah pekarangan dan sawah, Lantas kejadian itu dilaporkan ke Polsek Plupuh.

Kapolsek Plupuh AKP Suparno mengatakan, korban termasuk lansia, Dia tidak sadar saat didatangi seseorang dan akhirnya terpedaya.

”Korban seorang nenek, Dia didatangi oleh tersangka di rumahnya, Modusnya korban akan mendapatkan bantuan uang tunai setiap bulan dari kecamatan lalu di hipnotis,” terang Suparno, Senin (17/6/2024).

Dari laporan yang diterima, Suparno menjelaskan, pelaku hipnotis di Plupuh merupakan seorang laki-laki.

“Pelaku berjenis kelamin laki laki, Terkait kerugian berupa lima sertifikat, perhiasan dan uang tunai 20 juta, profesi korban petani biasa,” jelasnya.

Usai mendapatkan laporan dari masyarakat, Kapolsek Plupuh bersama anggota langsung menangani kasus ini, Polisi telah meminta keterangan para saksi dan keluarga korban untuk penyelidikan lebih lanjut.

(Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *