Keberadaan Tower BTS 20 Meter Di Atas Masjid Kelapa Gading Membuat Warga Sekitar Resah.

Jakarta, lantainewstv.com–Sejumlah warga kaget saat melihat tower telekomunikasi setinggi 20 meter dibangun di lantai dua Masjid Al Ihsan yang berada di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Pasalnya, tower itu dibangun secara ilegal.

“Saat tower-nya jadi, saya kaget karena kan ini proses pembangunannya cepat dua atau tiga hari sudah jadi, Karena kan cuma knock down, bukan seperti bangun rumah yang bisa membutuhkan waktu setahun,” ucap Krist Ibnu T, seorang warga RT 004, RW 10, Pegangsaan Dua, saat diwawancarai awak media di Masjid Al-Ihsan, Rabu (10/7/2024).

Ibnu mengatakan, sejumlah warga sudah protes kepada pengelola masjid sejak tower itu didirikan pada November 2023, Ketua RW setempat juga sudah mengadakan mediasi antara warga, pengelola masjid, dan pemilik tower yakni PT Bina Mitra Sehati (BMS), Selasa (14/11/2023).

“Tapi, pengurus PT Bina Mitra Sehati agak angkuh kalau saya bilang, karena mereka tidak mau bernegosiasi kepada warga,” ucap Ibnu.

Sampai detik ini, PT BMS tak melakukan tindakan apa pun atas tower tak berizin itu, Senada dengan Ibnu, warga lain bernama Rahlan (77) yang rumahnya persis di depan Masjid Al Ihsan juga merasa kaget dengan ketinggian tower yang mencapai 20 meter.

“Iya kaget, saya pikir enggak setinggi itu, eh tahunya ditambah lagi jadi tinggi,” kata dia.

Dirinya khawatir karena tower itu dibangun di atas masjid yang sewaktu-waktu bisa roboh menimpa rumahnya, Sebelumnya diberitakan, perwakilan warga setempat datang ke gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta untuk mengadukan terkait tower yang dibangun di lantai dua masjid itu.

Ketua RT 003 Wisnu Broto (70) mengatakan, pihak pengelola tidak memberikan informasi apapun berkait pembangunan tower saat meminta izin kepada warga

Bahkan, pihak pengelola juga tidak menemui warga secara langsung untuk meminta tanda tangan persetujuan pengurus masjid yang membantu perizinan itu, Sadar sewaktu-waktu bisa roboh dan menimpa rumahnya, sejumlah warga pun ingin tower tersebut dirobohkan atau dipindahkan agar tidak lagi berada di atas masjid.

(red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *