Diduga Gagal Lolos Dalam Pileg, Caleg Di Sikka, NTT, Menutup Akses Jalan.

NTT, lantainewstv.com–Seorang calon anggota legislatif (caleg) di Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial ADC menutup akses jalan di Tuangmuut, RT 004/RW 005, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Diduga, akses jalan yang diklaim sebagai lahan pribadi ADC itu ditutup lantaran hasil Pileg 2024 tak memuaskan dan ADC gagal lolos.

Humas Polres Sikka, Iptu Susanto, mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (23/2/2024) sekitar pukul 15.00 WITA, ADC memasang pagar berupa kayu dan kawat di lahan miliknya yang selama ini digunakan sebagai jalan.

Sontak, hal itu menuai protes dari warga sekitar, Sejumlah warga yang sudah membeli lahan kavling di dalam pekarangan tak punya akses jalan setelah lahan itu ditutup.

“Sempat terjadi perselisihan mulut antara pemilik lahan dengan warga,” ujar kepada awak media, Sabtu (24/2/2024).

Kejadian tersebut langsung direspons oleh aparat setempat, Camat, lurah, dan aparat kepolisian dari Polres Sikka dan Polsek Alok lantas mendatangi lokasi, Mereka kemudian melakukan mediasi di rumah ADC.

Polisi pun meminta ADC untuk sementara membuka kembali akses jalan, sehingga situasi kembali tertib, Polisi khawatir keributan itu memicu gangguan keamanan saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 06, RT 06, Kelurahan Kota Uneng, pada Sabtu.

“Polisi mengharapkan agar pemilik lahan dapat membuka kembali pagar sampai dilakukan mediasi penyelesaian perselisihan bersama warga tersebut,” ungkap Susanto.

Sementara, dalam mediasi tersebut ADC berkukuh tidak bermaksud menutup akses jalan, sebab lahan tersebut merupakan perkarangan miliknya, ADC juga membantah penutupan itu dilakukan lantaran saat pileg dirinya kalah.

“Penutupan perkarangan tersebut bukan karena faktor politik pemilihan suara, tapi sudah sejak lama perkarangan tersebut bukan merupakan akses jalan, Akses jalan berada di sudut perkarangan sekitar satu meter, hanya untuk kendaraan roda dua,” beber Susanto, meniru ucapan ADC saat mediasi.

ADC juga menegaskan akan memolisikan warga yang nekat membuka dan merusak pagar penutup lahan, Sebab, ADC menilai tindakan itu merupakan tindakan penyerobotan lahan.

(Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *