
Lampung Tengah, lantainewstv. com—Di tengah banyaknya BUMK yang gagal dan merugikan negara, BUMK Berkah Utama Sentosa Kampung Bina Karya Utama, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah justru menjadi contoh BUMK yang berhasil.
BUMK yang diketuai *Ketut Darma*, Sekretaris Muhammad Anzori, dan Bendahara Aula Nurfani ini pada bulan Agustus 2025 menerima penyertaan modal ketahanan pangan dari Dana Desa sebesar *Rp 227.000.000*.
Dana tersebut dikelola dengan transparan dan profesional untuk usaha ternak ayam petelur dengan populasi *1.000 ekor*.
*OMZET PULUHAN JUTA, MASIH UNTUNG*
Dari 1.000 ekor ayam petelur tersebut, produksi telur mencapai *48 Kg per hari atau 1.440 Kg per bulan.*

Dengan harga jual telur Rp 22.000/Kg, omzet yang diraup BUMK ini mencapai *Rp 31.680.000 per bulan.*
Untuk biaya operasional per bulan:
– Pakan 3.600 Kg x Rp 8.000 = Rp 28.800.000
– Gaji ABK = Rp 1.500.000
Total operasional = *Rp 30.300.000*
Sehingga masih ada laba bersih sebesar *Rp 1.380.000 per bulan.* Laba ini fluktuatif tergantung harga pakan dan harga telur di pasaran.
Pemasaran telur masih fokus di lokal Putra Rumbia.
*SUDAH SETOR PAD 1 KALI KE KAMPUNG*
Hebatnya, dari laba tersebut BUMK Berkah Utama Sentosa sudah memberikan Pendapatan Asli Desa (PAD) ke Kampung Bina Karya Utama pada bulan *Juni 2026* dan akan memberikan PAD lagi pada *Desember 2026.*
Ketua BUMK berharap pemerintah bisa hadir untuk memantau dan menstabilkan harga pakan dengan harga telur, sehingga usaha ternak bisa terus untung dan berkelanjutan.
Bumk ini bisa menjadi contoh bagi BUMK lain di Lampung Tengah, bahwa jika dikelola dengan jujur dan profesional, Dana Desa bisa menghasilkan keuntungan dan memberikan PAD, bukan malah merugi puluhan juta seperti yang terjadi di kampung lain.
Tim LantaiNewsTV