Dugaan Perundungan Siswa di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Way Jepara, Orang Tua Korban Harus Pindahkan Anak Didiknya.

 

Lampung Timur, lantainewstv.com—Sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi anak didik untuk menuntut ilmu dan membangun masa depan. Namun, tidak demikian yang dialami DN, seorang siswa Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari di Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur. DN harus dipindahkan oleh keluarganya karena diduga menjadi korban perundungan oleh beberapa teman sekelasnya saat jam sekolah.

Peristiwa tersebut terungkap setelah beredar video pengakuan DN yang diperoleh awak media dari seorang narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, Dalam rekaman tersebut, DN mengaku dirinya dipaksa oleh teman sekelas, tangannya dipegang, lalu celananya diturunkan, hingga kemaluannya disentuh.

DN menangis dan berusaha memberontak saat kejadian itu berlangsung, Kamis (28/8/2025) Dalam video lain yang dibagikan narasumber, tampak wali DN mengekspresikan rasa marah, kecewa, sekaligus khawatir atas apa yang menimpa anaknya,

Akhirnya wali DN bahkan meminta pihak sekolah segera mengumpulkan para siswa yang diduga melakukan perundungan beserta wali murid masing-masing, Dalam vidio pertemuan itu, beberapa siswa yang diduga melakukan perundungan akhirnya mengakui perbuatannya di hadapan guru dan wali mereka.

Untuk memastikan kebenaran informasi, awak media mendatangi Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari dan berhasil bertemu Kepala Sekolah, Ninik Sugiyarti, M.Pd., Meski tidak dapat direkam secara visual karena alasan kode etik jurnalistik, awak media berhasil mendapatkan rekaman suara.

“Benar apa yang dialami DN itu memang terjadi di sekolah, Namun masalah ini sudah didamaikan antara pihak sekolah dan wali murid yang bersangkutan, Kami mohon jangan lagi diberitakan agar tidak semakin melebar,” ujar Ninik Sugiyarti.

Meski pihak sekolah mengklaim telah menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan, peristiwa tersebut tetap meninggalkan keprihatinan mendalam, Sebab, dugaan perundungan ini terjadi di lingkungan sekolah, yang seharusnya dijaga oleh para pendidik.

Dugaan kelalaian dalam pengawasan guru pun mencuat, mengingat insiden terjadi di jam sekolah, meminta pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja para guru di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari, sehingga kasus serupa tidak kembali terjadi.

(Toni)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *