
Lampung Timur, lantainewstv com—Sejumlah anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Labuhan Ratu Tujuh, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, mengeluhkan belum diterimanya uang insentif yang seharusnya cair sejak tahun 2021. Dugaan kuat mengarah kepada Ketua LPM desa tersebut, Sutik, yang disebut-sebut tidak menyalurkan dana insentif kepada para anggota.
Agus, salah satu anggota LPM yang merasa dirugikan, menyatakan bahwa insentif sebesar Rp300.000 yang seharusnya diberikan setiap tiga bulan (triwulan) selama sembilan bulan, tidak pernah diterimanya sejak tahun 2021. Ia menyebut ada sekitar 32 anggota lain yang mengalami hal serupa.
“Seharusnya kami dapat insentif setiap tiga bulan. Tapi sampai sekarang belum pernah kami terima. Kami sudah coba minta kejelasan ke Ketua LPM, tapi jawabannya hanya ‘sedang diusahakan’,” ujar Agus kepada wartawan,Kamis,14, Agustus 2025.
Agus mengaku telah meminta bantuan kepada Kepala Desa untuk menengahi permasalahan ini. Namun, hingga saat ini tidak ada titik temu atau tindak lanjut dari pihak pemerintah desa.
“Saya sudah coba minta bantuan kepala desa, tapi tidak ada tindak lanjut sampai sekarang,” tambahnya.
Pihak Terlapor Membantah
Menanggapi tudingan tersebut, Ketua LPM Labuhan Ratu Tujuh, Sutik, membantah telah menggelapkan uang insentif. Ia menyebut bahwa seluruh dana insentif telah diberikan kepada para anggota sesuai dengan prosedur.
“Saya tidak pernah menggelapkan dana insentif. Semua sudah saya berikan kepada anggota,” ujar Sutik saat dikonfirmasi.
Namun, Sutik tidak menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme penyaluran dana tersebut, termasuk bukti atau dokumentasi penyaluran yang dimaksud. Keterangan lanjutan yang disampaikannya juga tidak terstruktur, sehingga menimbulkan kebingungan dan membuka ruang pertanyaan baru terkait kejelasan dana insentif tersebut.
Desakan Transparansi & Audit
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana desa dan insentif kelembagaan. Berharap kepada pihak terkait untuk dilakukan audit dan pemeriksaan terhadap laporan keuangan LPM Desa Labuhan Ratu Tujuh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepala desa belum bisa di temui guna konfirmasi terkait permasalahan ini.
(Toni)